ADIWARTA.COM: KENDARI – Tim URC Buser77 Satreskrim Polresta Kendari bersama Unit Kam Satintelkam berhasil mengamankan dua pria yang diduga kuat terlibat pencurian dengan kekerasan (begal jalanan).
Kedua pelaku yang diamankan masing-masing berinisial AY (17) dan ME (16), yang merupakan pelajar di Kendari. Keduanya ditangkap pada Rabu (1/7/2026).
Penangkapan dilakukan setelah penyidik mengantongi bukti permulaan yang cukup terkait aksi pencurian dengan kekerasan yang dilakukan para pelaku.
Dari hasil pengembangan, salah satu pelaku diketahui telah melakukan aksi begal di enam lokasi berbeda di Kota Kendari.
Peristiwa pembegalan yang diungkap terjadi pada Minggu (28/6/2026) sekitar pukul 13.00 Wita di Jalan Mayjen Sutoyo, depan Hotel XO, Kecamatan Kendari Barat.
Korban berinisial MA (17), pelajar asal Kabupaten Muna, saat itu baru tiba di Kendari dan dijemput oleh keluarganya di pelabuhan.
Saat melintas di lokasi kejadian, korban tiba-tiba dipepet oleh pelaku yang menggunakan dua sepeda motor.
Pelaku kemudian menghentikan korban dan mengancam menggunakan senjata tajam jenis badik.
Dalam kondisi terancam, korban dipaksa menyerahkan tas selempang miliknya yang berisi uang tunai.
Setelah berhasil merampas barang milik korban, para pelaku langsung melarikan diri dari lokasi kejadian.
Akibat peristiwa tersebut, korban mengalami kerugian sekitar Rp1,05 juta dan melaporkan kejadian itu ke pihak kepolisian.
Dalam penangkapan tersebut, polisi turut mengamankan sejumlah barang bukti berupa satu tas selempang abu-abu hitam merek Starcross, satu kacamata, serta uang tunai sebesar Rp900 ribu.
Berdasarkan hasil interogasi, pelaku mengakui perbuatannya dilakukan bersama beberapa rekannya.
Modus operandi yang digunakan yakni memepet korban di jalan, menghentikan secara paksa, lalu mengancam menggunakan senjata tajam untuk mengambil barang berharga milik korban.
Selain itu, pelaku juga mengakui hasil kejahatan digunakan untuk kebutuhan sehari-hari, seperti membeli makanan dan rokok.
Saat ini, pihak kepolisian masih melakukan pengembangan untuk mengungkap pelaku lain yang terlibat serta kemungkinan adanya korban tambahan dari aksi begal tersebut.*
Editor: Saldy







