close
Ragam  

Dari Narkotika hingga Cyber Crime, Dua Tahun Dedikasi IPDA Ariel M. Ginting di Kendari

1000879024 11zon

ADIWARTA.COM: KENDARI – Dalam kurun waktu kurang dari dua tahun bertugas di Kota Kendari, IPDA Ariel M. Ginting menunjukkan kiprah yang menonjol dalam penegakan hukum, mulai dari pengungkapan kasus peredaran narkotika, kejahatan industri dan perdagangan, hingga cyber crime seperti love scam dan judi online.

Perwira muda Polri itu terlibat dalam berbagai penanganan perkara yang kompleks dan berdampak langsung pada masyarakat, termasuk skandal travel umrah, penyalahgunaan BBM bersubsidi, distribusi LPG subsidi, pertambangan tanpa izin, serta kasus lingkungan hidup.

Di sisi lain, ia juga menangani kejahatan berbasis digital yang semakin berkembang, seperti penipuan daring (love scam) dan pelanggaran Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE).

Karier IPDA Ariel di Sulawesi Tenggara dimulai pada 26 Juli 2023 sebagai Perwira Pertama (Pama) Polda Sultra. Tak lama berselang, ia dipercaya bertugas di Satuan Brigade Mobil (Satbrimob) Polda Sultra sebagai Paops Subden II Dengegana.

Dalam satuan elit tersebut, ia kerap menjalankan tugas berisiko tinggi sebagai Dantim Wanteror, termasuk pengamanan VVIP pada Pemilu 2024 serta tergabung dalam Tim Escape pengamanan ring 1.

IMG 20260527 WA0007

Pengalaman di Gegana membentuk karakter lapangan yang kuat—disiplin, tenang dalam tekanan, serta cepat dan tepat dalam mengambil keputusan. Bekal itu kemudian mengantarkannya ke Polresta Kendari pada 1 Juli 2024.

Di Polresta Kendari, ia dipercaya menjabat sebagai Ps. Kanit 1 Satresnarkoba dan memimpin Tim Narko 10. Selama kurang lebih enam bulan, tim yang dipimpinnya mampu mengungkap sedikitnya 10 kasus peredaran narkotika setiap bulan.

Capaian tersebut menunjukkan konsistensi dalam pemberantasan narkoba yang membutuhkan kerja intelijen, penyamaran, serta analisis jaringan yang matang.

Selanjutnya, IPDA Ariel mendapat promosi sebagai Kanit Tipidter Satreskrim Polresta Kendari. Pada posisi ini, ia menangani perkara-perkara dengan tingkat kompleksitas tinggi yang menuntut ketelitian dalam pembuktian hukum, mulai dari aspek perizinan, aliran dana, hingga koordinasi lintas instansi.

Penanganan kasus seperti skandal travel umrah, misalnya, tidak hanya berkaitan dengan kerugian jemaah, tetapi juga menyangkut konstruksi hukum antara wanprestasi dan dugaan tindak pidana. Demikian pula perkara migas, perdagangan, dan pertambangan yang memerlukan analisis mendalam terhadap distribusi, legalitas usaha, serta keterangan ahli.

1779879470569

Di bidang cyber crime, IPDA Ariel turut mengungkap kasus love scam yang melibatkan jaringan dari dalam lembaga pemasyarakatan, serta praktik judi online. Penanganan kasus digital ini menuntut kemampuan menelusuri jejak elektronik, mengurai pola komunikasi, hingga membongkar aliran dana yang kerap disamarkan secara berlapis.

Selain penegakan hukum, kontribusinya juga terlihat dalam penyelesaian berbagai persoalan publik. Ia terlibat dalam koordinasi penanganan banjir bersama Pemerintah Kota Kendari, serta menjaga stabilitas keamanan di tengah aktivitas usaha dan investasi. Ia juga turut menangani aksi premanisme berkedok organisasi masyarakat, pemalangan kawasan perumahan, hingga gangguan aktivitas hauling.

Pada 29 April 2026, IPDA Ariel mendapat amanah baru sebagai Panit Unit I Siturjawali Subditgasum Ditsamapta Polda Sultra. Mutasi tersebut menjadi bagian dari penyegaran organisasi, sekaligus mencatat rekam jejaknya selama bertugas di fungsi reserse.

Pria kelahiran Batam, 7 November 2001 itu merupakan lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) tahun 2019 dari Polda Kepulauan Riau dengan peringkat pertama. Ia juga tercatat sebagai mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada melalui jalur SBMPTN, dan saat ini tengah menempuh pendidikan S-2 di Universitas Airlangga.

1779879444674

Dengan kombinasi pengalaman lapangan dan latar belakang akademik, IPDA Ariel dinilai memiliki kapasitas kuat dalam membaca perkara, membangun konstruksi hukum, serta memimpin tim dalam penanganan kasus-kasus strategis. Bekal tersebut menjadi modal penting dalam perjalanan kariernya ke depan di institusi Polri.*

Editor: Saldy