close
Ragam  

Eks Karutan Unaaha Herianto Sandang Gelar Doktor dengan IPK 4,00 di UHO

1793369961432
Eks Karutan Kelas llB Unaaha, Herianto.

ADIWARTA.COM: KENDARI – Eks Kepala Rumah Tahanan Negara (Karutan) Kelas llB Unaaha, Herianto, berhasil meraih gelar Doktor dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) sempurna 4,00 di Program Pascasarjana Universitas Halu Oleo (UHO), Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra).

Gelar akademik tersebut diraih setelah Herianto menyelesaikan pendidikan doktoral selama 2 tahun 3 bulan. Ia dinyatakan resmi menyandang gelar doktor usai menjalani sidang promosi doktor di Aula Lantai I Pascasarjana UHO, Jumat (30/10/2026).

Pencapaian tersebut mendapat apresiasi dari Ketua Tim Penguji, Prof. Dr. Arifuddin Mas’ud. Dalam sambutannya, ia menyampaikan ucapan selamat atas keberhasilan Herianto menyelesaikan seluruh tahapan pendidikan dan ujian doktoral.

“Saya selaku Ketua Sidang atas nama Direktur Pascasarjana Universitas Halu Oleo mengucapkan selamat kepada Saudara Doktor Herianto, A.Md., S.H., M.H., M.Si., yang hari ini telah resmi meraih gelar Doktor,” kata Prof. Arifuddin.

Ia mengungkapkan, capaian Herianto juga mencatatkan angka tersendiri dalam perjalanan akademik UHO. Gelar yang diraih Herianto merupakan doktor ke-604 di lingkungan UHO, doktor ke-386 pada bidang Ilmu Manajemen, serta doktor ke-25 pada lingkup yang disebutkan dalam sidang tersebut.

“Gelar Doktor ini yang ke-604 dan Doktor yang ke-386 Ilmu Manajemen dan Doktor yang ke-25 di tempat ini,” ungkapnya.

Dalam menyelesaikan studi doktoralnya, Herianto mengangkat disertasi berjudul “Peran Strategi Leadership dan Keterlibatan Pegawai dalam Memediasi Pengaruh Budaya Organisasi terhadap Organizational Innovation pada Rutan Kendari.”

Penelitian tersebut mengkaji peran kepemimpinan, keterlibatan pegawai, dan budaya organisasi dalam mendorong inovasi di lingkungan rumah tahanan negara.

Perjalanan akademik Herianto tidak terlepas dari pengalaman panjangnya di dunia pemasyarakatan. Ia mengawali pendidikan kedinasan dengan menyelesaikan Diploma III di Akademi Ilmu Pemasyarakatan (AKIP) pada 1999.

Setelah itu, ia melanjutkan pendidikan Sarjana (S1) Ilmu Hukum di Universitas Sulawesi Tenggara. Pendidikan kemudian diteruskan ke jenjang Magister (S2) pada Program Studi Manajemen Kebijakan Publik Universitas Hasanuddin melalui program beasiswa.

Di bidang pekerjaan, Herianto mengawali pengabdiannya sebagai staf di Lapas Kendari setelah menyelesaikan pendidikan AKIP. Kariernya kemudian berkembang dengan menduduki sejumlah jabatan strategis, mulai dari Kepala Subseksi Bimbingan Kemasyarakatan (Kasubsie Bimkemas) Lapas Kendari.

IMG 20261030 WA0089

Selanjutnya pernah menjadi, Kepala Seksi Pembinaan Narapidana dan Anak Didik (Kasi Binadik) Lapas Kendari, Karutan Unaaha, Karutan Kendari, hingga dipercaya menjabat sebagai Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Kalapas) Jailolo.

Pengalaman tersebut memberinya kesempatan terlibat langsung dalam pengelolaan organisasi, pembinaan warga binaan, kepemimpinan, serta pengembangan sumber daya manusia di lingkungan pemasyarakatan.

Di balik keberhasilan meraih gelar doktor dengan IPK sempurna, Herianto menyimpan kisah perjuangan yang menjadi motivasi dalam menempuh pendidikan. Ia mengaku berasal dari keluarga petani dan sejak kecil telah mendapat pesan dari sang ayah agar menjadikan pendidikan sebagai jalan untuk mengubah masa depan.

Herianto masih mengingat bagaimana ayahnya kerap mengajaknya ke kebun untuk mencangkul. Pekerjaan tersebut sering membuatnya kelelahan, bahkan hampir menangis. Namun, dari pengalaman itulah sang ayah menanamkan pesan yang terus diingatnya hingga dewasa.

“Saya lahir dari keluarga petani. Dulu, ketika ayah mengajak saya ke kebun, saya sering disuruh mencangkul sampai kelelahan, bahkan terkadang rasanya ingin menangis. Tetapi ayah selalu mengatakan, kalau kamu ingin dewasa nanti tidak mencangkul seperti saya, maka kamu harus sekolah setinggi-tingginya. Karena hanya pendidikan yang bisa membuka jalan hidupmu,” kenang Herianto.

Pesan sang ayah tersebut menjadi salah satu motivasi yang mengiringi perjalanan hidupnya hingga berhasil menuntaskan pendidikan sampai jenjang doktoral.

Bagi Herianto, pendidikan bukan sekadar upaya memperoleh gelar akademik, melainkan juga sarana memperluas kesempatan, meningkatkan kualitas kehidupan, dan memberikan masa depan yang lebih baik bagi keluarga.

Perjalanan dari keluarga petani hingga meraih gelar doktor dengan IPK 4,00 menjadi bagian penting dari kisah hidupnya. Kerja keras, ketekunan, serta dorongan keluarga mengantarkannya mewujudkan cita-cita yang telah ditanamkan sejak kecil.

Melalui disertasi yang diangkat, Herianto juga memberikan kontribusi pemikiran mengenai pentingnya strategi kepemimpinan dan keterlibatan pegawai dalam membangun inovasi organisasi.

Kajian tersebut dinilai relevan dengan kebutuhan institusi pemasyarakatan yang terus menghadapi tuntutan perubahan, peningkatan kualitas pelayanan, serta penguatan tata kelola organisasi.

Keberhasilan Herianto menyelesaikan pendidikan doktoral dalam waktu 2 tahun 3 bulan dengan IPK 4,00 diharapkan menjadi motivasi bagi insan pemasyarakatan lainnya untuk terus meningkatkan kompetensi dan memperluas wawasan melalui pendidikan.

IMG 20261030 WA0086

Capaian tersebut sekaligus memperlihatkan bahwa pengabdian di lingkungan birokrasi dan pemasyarakatan dapat berjalan beriringan dengan pengembangan ilmu pengetahuan dan peningkatan kapasitas diri.*

Editor: Saldy