ADIWARTA.COM: KONAWE – Bencana banjir yang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara (Sultra), masih terus berdampak terhadap permukiman warga dan lahan pertanian.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Konawe mencatat sebanyak 229 rumah terendam dan 1.193 jiwa terdampak hingga Senin malam, 11 Mei 2026.
Berdasarkan data terbaru BPBD Konawe, terdapat 562 kepala keluarga (KK) terdampak akibat meluapnya sungai dan tingginya intensitas curah hujan yang terjadi dalam beberapa hari terakhir.
Sejumlah kecamatan yang permukimannya masih terdampak banjir yakni Kecamatan Wonggeduku, Wawotobi, Lalonggasumeeto, Morosi, Lambuya, dan Padangguni.
Sementara itu, beberapa wilayah lain dilaporkan permukimannya mulai surut, namun lahan pertanian dan perkebunan warga masih tergenang. Wilayah tersebut meliputi Kecamatan Uepai, Konawe, Onembute, Abuki, Unaaha, Tongauna Utara, Tongauna, Kapoiala, dan Meluhu.
Selain merendam rumah warga, banjir juga berdampak pada sektor infrastruktur dan pertanian. BPBD mencatat sebanyak dua ruas jalan terdampak, tiga fasilitas pendidikan terendam, 565 hektare sawah dan 460 hektare kebun masih tergenang air.
Di sisi lain, jumlah warga yang mengungsi tercatat mencapai 50 KK atau 174 jiwa. Dari jumlah tersebut terdapat sembilan lansia, 20 balita, satu ibu hamil, dan satu penyandang disabilitas.
BPBD Konawe mengungkapkan sejumlah kebutuhan mendesak yang saat ini dibutuhkan para korban banjir, di antaranya selimut, tikar atau kasur, air bersih, bahan makanan, kelambu, terpal, paket hygiene kit, dan family kit.
Dalam upaya penanganan bencana, BPBD bersama pihak terkait terus melakukan monitoring dan asesmen lokasi terdampak, evakuasi warga, pendirian tempat pengungsian, distribusi air bersih, hingga pemeriksaan kesehatan bagi masyarakat terdampak.
Meski demikian, penanganan banjir masih menghadapi sejumlah kendala seperti curah hujan yang masih tinggi dan berlangsung terus-menerus, luapan sungai serta drainase yang tidak maksimal, hingga akses jalan yang terputus atau sulit dilalui.
BPBD juga mencatat masih ada sebagian warga yang enggan mengungsi meski wilayah tempat tinggalnya terdampak banjir.
Dalam catatan BPBD, wilayah terdampak bertambah di Kecamatan Morosi. Selain itu, di Kecamatan Padangguni, banjir dilaporkan merendam Desa Atodopi dan Desa Aleuti.
Sebanyak 29 KK dari Desa Dawi-Dawi, Kecamatan Wonggeduku, dilaporkan mengungsi ke balai desa setempat. Sementara 21 KK lainnya dari wilayah Wawotobi, Palarahi, Wukusao, dan Batu Gong memilih mengungsi secara mandiri ke rumah keluarga maupun kerabat.
Hingga infografis tersebut diterbitkan, BPBD Konawe menyatakan pihaknya masih terus melakukan pemantauan dan pendataan di lapangan.*
Editor: Saldy








