close

Tinjau SPPG Baubau, Wakapolri Komitmen Dukung Asta Cita dan Ketahanan Pangan

IMG 20260423 WA0007
BAGIKAN BERITA:

ADIWARTA.COM: BAUBAU – Wakil Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Wakapolri), Komjen Pol. Prof. Dr. Dedi Prasetyo, S.H., M.Hum., M.Si., M.M., melakukan kunjungan kerja di wilayah Polres Baubau, Sulawesi Tenggara (Sultra), Selasa (21/04/2026). Dalam kesempatan tersebut, Wakapolri meninjau langsung kesiapan Gedung Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang berlokasi di Jalan Dayanu Ikhsanudin, Kelurahan Sulaa, Kecamatan Betoambari.

Kunjungan ini merupakan wujud nyata dukungan Polri terhadap program strategis pemerintah, khususnya visi Asta Cita dalam upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui pemenuhan gizi yang layak bagi masyarakat.

Gedung SPPG yang berada di bawah naungan Badan Gizi Nasional (BGN) ini memiliki peran vital sebagai pusat produksi dan distribusi dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG). Fasilitas ini menjadi ujung tombak dalam menjamin ketersediaan makanan sehat yang menjadi hak dasar masyarakat.

Hingga saat ini, di wilayah hukum Polda Sulawesi Tenggara telah terbangun 16 unit SPPG Polri. Dari jumlah tersebut, 12 unit sudah beroperasi dan telah melayani sebanyak 22.278 penerima manfaat, sementara 4 unit lainnya masih dalam tahap penyelesaian.

Dalam peninjauannya, Wakapolri tidak hanya mengecek kondisi fisik bangunan, tetapi juga memastikan seluruh standar operasional prosedur (SOP) berjalan tepat. Mulai dari pemilihan bahan baku, penerapan standar higienitas dan sanitasi, hingga proses penyajian makanan diperiksa secara detail.

Pada momen tersebut juga dilakukan penyerahan simbolis bantuan paket gizi kepada kelompok rentan, meliputi ibu hamil, ibu menyusui, lansia, serta anak sekolah.

“Kehadiran SPPG ini menjadi bukti bahwa Polri tidak hanya hadir dalam menjaga keamanan dan ketertiban, tetapi juga berperan aktif dalam meningkatkan kesejahteraan dan kesehatan masyarakat,” tegas Dedi Prasetyo.

Wakapolri menegaskan bahwa pembangunan di sektor gizi bukan sekadar program sosial, melainkan investasi jangka panjang. Pemenuhan nutrisi yang baik menjadi kunci untuk mencetak generasi masa depan yang cerdas dan kuat, sejalan dengan visi besar Asta Cita.

“Program ini diharapkan menjadi motor penggerak peningkatan kualitas hidup masyarakat. Kami ingin memastikan bahwa upaya ini berkelanjutan demi terciptanya SDM yang unggul,” ujarnya.

Selain fokus pada gizi, Dedi Prasetyo juga menyoroti pentingnya kolaborasi antar-instansi dalam mewujudkan kedaulatan pangan dan energi nasional. Menurutnya, sinergi yang solid adalah kunci utama untuk memperkuat fondasi bangsa, termasuk dalam mencapai target swasembada pangan.

“Polri mendukung penuh upaya pemerintah dalam menciptakan ketahanan pangan sebagai langkah strategis menuju kemandirian bangsa,” tegasnya.

Sebagai bukti kontribusi nyata, Polda Sulawesi Tenggara telah merealisasikan program pertanian terpadu dengan menanam jagung di lahan seluas 369 hektare. Upaya ini berhasil menghasilkan panen hingga 350,47 ton, yang menjadi bagian dari upaya Polri menjaga stabilitas pasokan pangan di daerah.

Editor: Saldy