ADIWARTA.COM: KONAWE – Tamalaki Budaya Tolaki Sulawesi Tenggara (TBTS) menggelar Pendidikan Dasar (Diksar) ke-11 di Kelurahan Punggolaka, Kecamatan Puuwatu, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara, Kamis (4/6/2026).
Kegiatan tersebut mengusung tema “Membentuk Kader Berkarakter, Menjaga dan Melestarikan Adat Budaya, serta Menyatukan Generasi” sebagai upaya memperkuat nilai-nilai budaya dan solidaritas generasi muda.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Lurah Punggolaka, Kapolsek Mandongga beserta jajarannya, tokoh masyarakat, jajaran pengurus besar serta para peserta Diksar.
Dalam Sambutannya, Ketua Umum TBTS, Israh Malaka menegaskan bahwa organisasinya tidak hanya berfokus pada pembentukan kader, tetapi juga memiliki tanggung jawab besar dalam menjaga marwah adat dan budaya Tolaki di tengah perkembangan zaman.
“Diksar ini bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi menjadi wadah pembentukan karakter kader yang berlandaskan adat, etika, dan tanggung jawab. Kami ingin kader TBTS hadir sebagai penjaga budaya sekaligus menjadi contoh di tengah masyarakat,” ujarnya.
Ia juga menegaskan bahwa TBTS dalam menjalankan roda organisasi selalu mengedepankan koordinasi dan sinergi dengan aparat penegak hukum.
“Di TBTS ini, jika ada persoalan kami tidak bertindak sesuka hati. Kami selalu bersinergi terlebih dahulu dengan aparat penegak hukum, serta tetap menjalin kerja sama dengan TNI, Polri, dan pemerintah,” tegasnya.
Lebih lanjut, Israh Malaka mengungkapkan bahwa keberadaan TBTS kini juga mendapat dukungan dari para kepala desa.
“Saat ini sudah ada enam kepala desa yang bergabung di TBTS, yakni Kepala Desa Galu, Andobeu Jaya, Pusanggi, Puuwulo, Tabanggele dan Andeposandu. Ini menjadi bukti bahwa organisasi ini mendapat kepercayaan dan dukungan dari berbagai elemen masyarakat,” ungkapnya.
Di tempat yang sama, Dewan Sara TBTS, Rustam Duhasa, turut memberikan pesan terkait pentingnya nilai-nilai keagamaan dalam kehidupan berorganisasi.
“Nilai agama harus menjadi landasan dalam setiap aktivitas organisasi agar tetap berada pada jalur yang benar,” jelasnya.
Sementara itu, Dewan Penasehat TBTS, Asdin, menekankan pentingnya mempererat silaturahmi serta menjaga persatuan di dalam organisasi.
“Pererat tali silaturahmi dan tanamkan dalam diri semangat persatuan dalam organisasi atau mepokoaso,” pesannya.
Di sisi lain, Lurah Punggolaka menyampaikan dukungan pemerintah kelurahan terhadap kegiatan tersebut, namun mengingatkan agar organisasi tidak disalahgunakan.
“Kami dari pemerintah kelurahan mendukung kegiatan ini, tetapi jangan sampai organisasi dijadikan ajang untuk jago-jagoan,” katanya.
Kegiatan Diksar tersebut juga dirangkaikan dengan pengukuhan distrik Punggolaka dan Mandongga sebagai bagian dari penguatan struktur organisasi di tingkat wilayah.*
Editor: Saldy








