ADIWARTA.COM: KOLAKA TIMUR – Pemerintah Daerah Kabupaten Kolaka Timur (Pemda Koltim) melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) strategis dalam rangka kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana kekeringan dan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) menjelang musim kemarau tahun 2026.
Kegiatan berlangsung di Aula Rapat Lantai II Kantor Bupati Koltim, Desa Lalingato, Kecamatan Tirawuta, Rabu (22/04/2026), dan dipimpin langsung oleh Pelaksana Tugas (Plt.) Bupati Kolaka Timur, H. Yosep Sahaka, S.Pd., M.Pd.
Turut hadir dalam kesempatan tersebut, Sekretaris Daerah (Sekda) Rismanto Runda, S.Sos., M.M., Kepala BPBD Dewa Made Ratmawan, S.ST., M.T., Ketua DPRD Koltim Hj. Jumhani, S.Pd., M.Si., beserta Ketua Komisi I dan Komisi II DPRD, serta jajaran pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait.
Dalam rapat tersebut, dibahas berbagai langkah strategis yang menjadi prioritas penanganan. Fokus utama meliputi upaya mitigasi dampak kemarau panjang, penguatan sistem pencegahan Karhutla, serta optimalisasi sinergi antar instansi.
Di sisi ketersediaan air, Pemda menyiapkan langkah konkret untuk memastikan pasokan air bersih bagi masyarakat tetap terjaga dan irigasi pertanian tidak terganggu. Sementara untuk pengendalian kebakaran, dilakukan pemetaan wilayah rawan dan pengawasan ketat di titik-titik panas (hotspot) guna menekan risiko kebakaran yang biasanya meningkat saat kemarau.
Selain kesiapan teknis, Rakor ini juga menekankan pentingnya kolaborasi solid antara pemerintah daerah, TNI/Polri, serta relawan kebencanaan agar respons penanganan dapat dilakukan secara cepat, tepat, dan terintegrasi.
Dalam arahannya, Plt. Bupati Yosep Sahaka menegaskan bahwa kesiapan dini adalah kunci utama. Ia meminta seluruh pihak tidak boleh lengah dan terus melakukan upaya preventif.
“Seluruh instansi terkait harus tetap dalam kondisi siaga. Sosialisasi kepada masyarakat mengenai bahaya dan pencegahan Karhutla harus terus digencarkan. Upaya ini sangat penting agar dampak musim kemarau tidak mengganggu stabilitas ekonomi dan kesejahteraan masyarakat,” tegasnya.
Senada dengan itu, Sekda Rismanto Runda menekankan pentingnya koordinasi yang kuat dan kesiapan sarana prasarana.
“Kita harus memastikan kesiapan sejak dini, mulai dari perencanaan, ketersediaan alat dan bahan, hingga sumber daya manusia. Koordinasi lintas sektor menjadi kunci agar penanganan dapat dilakukan secara cepat dan tepat sasaran,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala BPBD Dewa Made Ratmawan memaparkan bahwa pihaknya telah melakukan identifikasi wilayah rawan dan menyiapkan skenario penanganan darurat.
“Kami bersama instansi terkait telah memetakan titik-titik rawan dan menyiapkan langkah antisipatif. Kami juga terus mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan pembakaran lahan dan meningkatkan kewaspadaan,” jelasnya.
Melalui Rakor ini, Pemda Koltim menegaskan komitmen kuat untuk meminimalisir risiko bencana demi menjamin keamanan, kesehatan, dan kenyamanan masyarakat sepanjang tahun 2026.
Editor: Saldy








