close

Resmi Berdiri, HIPPMAKOT Sodorkan PR Besar Ke Pemkot Kendari

IMG 20260705 223324
BAGIKAN BERITA:

ADIWARTA.COM: KENDARI – Wadah perjuangan baru bagi generasi muda Kota Kendari akhirnya lahir. Himpunan Pemuda, Pelajar dan Mahasiswa Kota (HIPPMAKOT) Kendari secara resmi dideklarasikan pada Minggu (05/06/2026). Organisasi ini hadir dengan mandat jelas menjadi mitra kritis pemerintah dalam mengawal pembangunan daerah, dengan fokus utama pada perbaikan sektor pendidikan dan kesehatan.

Dalam pernyataan perdananya, jajaran pengurus HIPPMAKOT tidak sekadar basa-basi. Mereka langsung menyodorkan daftar Pekerjaan Rumah besar yang dinilai masih menjadi ganjalan bagi kemajuan Kota Kendari.

Di bidang pendidikan, HIPPMAKOT menilai bahwa akses terhadap kualitas pendidikan belum sepenuhnya merata. Organisasi ini mendesak Pemerintah Kota Kendari untuk segera membenahi sistem pemberian beasiswa.

“Beasiswa harus benar-benar tepat sasaran, baik bagi pelajar berprestasi maupun mereka yang berasal dari keluarga kurang mampu. Jangan sampai ada celah ketidakadilan,” ujar Ketua Umum HIPPMAKOT Kendari, Muhammad Dzuljalli Wal Ikhram.

Selain itu, HIPPMAKOT juga menyoroti minimnya fasilitas penunjang, khususnya asrama mahasiswa yang representatif. Menurut Dzuljalli, dukungan terhadap pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) melalui infrastruktur yang memadai adalah investasi jangka panjang yang tidak bisa ditawar lagi jika Kendari ingin melahirkan generasi yang berdaya saing global.

Tak hanya pendidikan, isu kesehatan masyarakat juga menjadi sorotan tajam. HIPPMAKOT mencatat adanya urgensi dalam penanganan penyakit menular yang masih menghantui warga, seperti HIV/AIDS, Demam Berdarah Dengue (DBD), dan Tuberkulosis (TBC).

Organisasi ini meminta Pemkot Kendari untuk tidak hanya bergantung pada pengobatan kuratif, tetapi memperkuat strategi preventif. Hal ini mencakup edukasi masif kepada masyarakat, peningkatan deteksi dini, serta optimalisasi layanan kesehatan dasar.

“Kesehatan adalah hak dasar. Penanganannya tidak bisa dilakukan pemerintah sendirian, butuh kolaborasi lintas sektor termasuk kami sebagai organisasi pemuda,” tambah Dzuljalli.

Meski vokal dalam menyampaikan kritik, HIPPMAKOT menegaskan posisi mereka bukan sebagai oposisi yang mencari-cari kesalahan, melainkan sebagai mitra konstruktif.

“Kami hadir bukan untuk menjatuhkan, tetapi untuk membangun. Kami siap memberikan kritik, masukan, hingga solusi berbasis kajian. Namun, syarat utamanya adalah pemerintah harus membuka ruang dialog yang selebar-lebarnya,” tegas Dzuljalli.

Ia mengajak seluruh elemen pemuda, pelajar, dan mahasiswa di Kota Kendari untuk bergabung dan berpartisipasi aktif. Melalui gagasan, riset, dan aksi sosial, HIPPMAKOT berharap dapat menciptakan sinergi kuat antara pemerintah dan generasi muda.

Dengan terbentuknya HIPPMAKOT, dinamika pengawasan kebijakan publik di Kota Kendari diperkirakan akan semakin hidup. Publik kini menunggu respons konkret Pemkot Kendari terhadap tuntutan perbaikan di dua sektor vital tersebut.

Editor: Saldy