close
Utama  

Proyek BWS Sulawesi IV di Konawe Menuai Sorotan: Sarat Polusi Debu hingga Dugaan Material Ilegal

IMG 20261015 WA0000
Proyek Pengendalian Banjir Sungai Konaweeha di desa Langgonawe, Kecamatan Wonggeduku, Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara (Sultra).

ADIWARTA.COM: KONAWE – Proyek Pengendalian Banjir Sungai Konaweeha yang berlokasi di desa Langgonawe, Kecamatan Wonggeduku, Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara (Sultra) menuai sorotan publik.

‎
‎Proyek milik PJSA BWS Sulawesi IV Kendari ini diduga abai terhadap keselamatan dan keamanan warga kecamatan Wonggeduku khususnya warga desa Dawi-dawi dan desa Langgonawe.

Pihak penyedia jasa dalam hal ini CV Rezeki Putra Perkasa diduga tidak melakukan penyiraman guna meminimalisir dampak debu aktivitas pengangkutan batu Penahanan banjir.

‎Temuan lain, pihak perusahaan tidak menempatkan seorang flagman yang mengatur lalu lintas kendaraan diarea proyek.
‎
‎Selanjutnya, material batu gajah yang digunakan oleh pihak penyedia jasa merupakan material batu Ilegal.
‎
‎Salah satu warga setempat, Aris, mengatakan proyek ini telah berjalan kurang lebih 6 bulan. Selama itu juga warga desa Dawi-dawi dan desa Langgonawe merasakan dampak debu dari aktivitas pengangkutan batu.

‎”Debunya tebal sekali, kita liat sendiriji. Harusnya mereka menyiram jangan sepotong-sepotong, kalau perlu 2-3 kali sehari sepanjang jalan yang mereka lalui,” ujar Aris. Rabu (14/10/2026).

‎Aris mengungkap, jangan karena proyek ini dibawah pengawasan hukum Kejaksaan lantas mau seenaknya tanpa memperhatikan keselamatan masyarakat.
‎
‎”Kami berharap aparat penegak hukum tidak tinggal diam, ini menyangkut keselamatan dan kesehatan masyarakat,” ungkapnya.
‎
‎Sementara itu, perwakilan CV Rezeki Putra Perkasa bernama Okta saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon dan pesan WhatsApp enggan memberikan komentar.

‎Begitupun pelaksana lapangan proyek, Sugiarto saat dikonfirmasi juga enggan menjawab.

‎Sebagai informasi, proyek pengendalian banjir di desa Langgonawe, Kecamatan Wonggeduku dikerjakan oleh CV Rezeki Putra Perkasa.
‎
‎Konsultan Supervisi proyek adalah PT Indoplan Inti Patria. Proyek ini memiliki kontrak hingga 210 hari dengan total anggaran Rp. 12.963.000.000.(FN)*

Editor: Saldy