ADIWARTA.COM: BANDUNG – Ketua Badan Koordinasi (Badko) Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Jawa Barat, Siti Nurhayati Periode 2024-2026 mengaku telah menerima ancaman pembunuhan dan teror dari orang tak dikenal beberapa waktu yang lalu. Peristiwa tak terduga ini terjadi tak lama setelah ia secara terbuka mengangkat dan menyoroti kasus penyiraman air keras, Aktivis KontraS Andrie Yunus. Yang terjadi pada Kamis malam, (12/3/2026) sekitar pukul 23.37 WIB di Jalan Salemba I Talang, Jakarta Pusat. dimana penanganannya masih belum menemui titik terang.
Ia mengkritik peristiwa itu Dalam Postingan yang di unggah di akun Instagram pribadinya @barsasmy Pada Minggu (22/03/2026). “Selamat Lebaran Mohon maaf lahir dan batin, Kecuali untuk aktor intelektual penyiraman air keras terhadap saudara kita bang Andrie Yunus. yang Sampai hari ini belum terungkap. aktor intelektual ini ibarat kata, seperti akar di dalam tanah akan terus tumbuh menjalar ke yang lainnya.” Ungkapnya.
Di ketahui Andre Yunus adalah aktivis Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras), dan Menjabat sebagai Wakil Koordinator Bidang Eksternal. Kasus ini telah mencuri perhatian publik dan menimbulkan keprihatinan luas dari berbagai kalangan. Termasuk organisasi masyarakat sipil, Aktivis Hak Asasi Manusia (HAM), Serta Mahasiswa dan Kalangan Akademisi.
Dalam keterangannya ketum badko HMI Jawa Barat tersebut menjelaskan bahwa ancaman datang dalam berbagai bentuk, mulai dari pesan singkat yang mengandung kata-kata kasar dan mengintimidasi hingga pengamatan yang tidak menyenangkan di sekitar kediamannya. Ia menerima pesan singkat melalui WhatsApp dari nomor asing yang berisi perintah untuk bungkam. Pelaku bahkan menyebutkan posisi keberadaan ibu kandungnya sebagai bentuk ancaman dan intimidasi yang serius.
Dalam upaya pembungkaman itu si peneror mengatakan, “Diam jangan berisik, Ibu Kau di Garut kan, hapus videonya atau kau mau kaya si Andrie,” Jelasnya dalam Chat si peneror.
Si peneror juga pernah mengirim pesan ke akun Instagram Badko HMI Jawa Barat @officialbadkohmijabar dengan ungkapan kasar “Sampaikan ke ketua kalian yang bajingan itu. Segera hapus videonya atau kalian hancur lebur tak tersisa.” Jelas isi DM Peneror ke pengurus Badko HMI Jawa Barat. “Nomor tak dikenal menyuruh saya diam dan menyebutkan posisi ibu saya. Mereka bahkan mengancam akan melakukan hal yang sama seperti yang dialami Bang Andrie Yunus,” Jelasnya.
Meski demikian mendapat teror dan ancaman serius, ia tidak menunjukkan tanda-tanda mundur dan malah semakin mempertegas komitmennya dalam memperjuangkan keadilan serta hak asasi manusia.
Ia Juga mengucapkan terimakasih kepada mereka yang masih memberi perhatian dan kawatir atas kondisinya apabila terjadi hal-hal yang tidak di inginkan.
“Saya Ucapkan terima kasih kepada saudara-saudara semua atas perhatian dan kepeduliannya, Saya pastikan kondisi saya aman dan sentosa, dan perlu saya tegaskan saya tidak takut terhadap teror-teror seperti itu. Justru semakin di teror semakin gacor, semakin di siram semakin tak padam,” Terangnya.
Sehubungan dengan hal tersebut, masyarakat kini dengan penuh harap, menantikan langkah-langkah hukum yang tegas dan transparan serta dinamika pergerakan strategis dari BADKO HMI Jabar dalam menjalankan peran pentingnya dalam mewujudkan masyarakat adil makmur yang di ridhoi Allah SWT serta sebagai penjaga keadilan, pengawal, dan pelindung hak asasi manusia di tanah air.
Editor: Saldy








