close
Utama  

Sekda Ungkap Hasil Uji Lab Menu Pemicu SMAN 20 Konawe Keracunan MBG

1790325400c6c27634df3091570018
Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Konawe sekaligus Ketua Satgas MBG, Dr. Ferdinand, S.P., M.H., menyampaikan pers rilis terkait hasil uji laboratorium sampel makanan pemicu keracunan siswa program Makan Bergizi Gratis (MBG), di Kabupaten Konawe, Jumat (25/9/2026). (Foto: Dok. berita.konawekab.go.id)
BAGIKAN BERITA:

ADIWARTA.COM: KONAWE – Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Konawe sekaligus Ketua Satuan Tugas (Satgas) Makan Bergizi Gratis (MBG) Kabupaten Konawe, Dr. Ferdinand, S.P., M.H., menyampaikan hasil pemeriksaan laboratorium terkait kasus gangguan kesehatan/keracunan yang dialami puluhan siswa penerima program MBG di Kabupaten Konawe, pada Jumat 25 September 2026.

Berdasarkan hasil uji laboratorium terhadap sampel makanan, ditemukan indikasi kuat kontaminasi bakteri Escherichia coli (E. coli) dan total koliform pada menu kuah dan pentolan bakso melebihi batas toleransi.
Pemeriksaan sampel kuah bakso menunjukkan angka total koliform sebesar 3.500 per 100 gram dan E. coli 150 per 100 gram (batas toleransi di bawah 1,1). Sementara pada pentolan bakso ditemukan total koliform 3.000 per 100 gram dan E. coli 140 per 100 gram. Sebaliknya, sampel menu lain seperti nasi, sayur, dan pisang dinyatakan aman.

“Atas nama pemerintah daerah dan Satgas MBG, kami menyampaikan permohonan maaf kepada para siswa dan keluarga terdampak,” ujar Ferdinand. Ia memastikan seluruh siswa yang sempat terdampak kini telah mendapat penanganan medis, pulih, dan kembali ke rumah masing-masing.

Menanggapi insiden tersebut, Kepala Kantor Pelayanan Pemenuhan Gizi (KPPG) Kendari, Mulyani, S.KM., M.B.C., mewakili Badan Gizi Nasional (BGN), menyatakan bahwa pihaknya bertanggung jawab penuh atas biaya perawatan seluruh korban. BGN juga resmi menjatuhkan sanksi skorsing (suspend) operasional selama 20 hari terhadap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) terkait.

 

Selain penghentian sementara SPPG yang bermasalah, BGN bersama Satgas MBG Pemkab Konawe, Dinas Kesehatan, dan Dinas Lingkungan Hidup bakal melakukan evaluasi menyeluruh terhadap 26 SPPG serta rantai pasok bahan pangan UMKM mitra di Kabupaten Konawe untuk memperketat standar keamanan pangan.

Diberitakan sebelumnya, sebanyak 59 orang, terdiri atas seorang guru dan 58 siswa SMA Negeri 20 Konawe, Kecamatan Tongauna, Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara (Sultra), diduga mengalami keracunan makanan, Kamis (24/9/2026).

Informasi tersebut disampaikan berdasarkan data dari Dinas Kesehatan Kabupaten Konawe. Dari total 59 korban, sebanyak 22 orang langsung dipulangkan dari sekolah setelah kondisinya dinyatakan membaik, termasuk seorang guru.

Sementara itu, 33 korban menjalani perawatan di RSUD Konawe, satu orang dirawat di RS Setia Bunda, dan tiga lainnya mendapat penanganan medis di Puskesmas Tongauna.

1001283213 11zon 1

Dugaan keracunan massal tersebut terjadi pada Kamis, 24 September 2026. Salah satu makanan yang diduga berkaitan dengan kejadian itu adalah bakso Prosen yang dibeli dari sebuah kios.*

Editor: Saldy