ADIWARTA.COM: KONAWE UTARA – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Reguler Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kendari dari Posko 135 Kelurahan Tinobu sukses menyelenggarakan Seminar Edukasi bertajuk Stop Bullying dan Pelecehan Seksual Pada Jumat (25/7/2026).
Kegiatan ini digagas sebagai program kerja unggulan yang mencerminkan kepedulian tinggi para mahasiswa terhadap isu kekerasan di lingkungan pendidikan. Dengan Tujuannya jelas yaitu membangun ekosistem sekolah yang tidak hanya akademis, tetapi juga aman, nyaman, dan ramah bagi setiap peserta didik.
Dalam seminar tersebut, para mahasiswa KKN tidak hanya menyampaikan teori, melainkan membedah secara mendalam definisi bullying (perundungan) dan pelecehan seksual.
Materi dikemas secara komprehensif, mulai dari identifikasi bentuk-bentuk kekerasan yang sering luput dari perhatian, dampak psikologis jangka panjang bagi korban, hingga strategi pencegahan dan mekanisme pelaporan yang tepat.
Idil Iswandi, Koordinator Posko 135 KKN IAIN Kendari, menekankan bahwa kesadaran dini adalah kunci utama pencegahan.
“Seminar ini bukan sekadar seremonial. Kami ingin siswa mampu mengenali tanda-tanda perundungan maupun pelecehan seksual sejak awal. Lebih penting lagi, kami mendorong mereka untuk berani bersuara baik sebagai korban maupun saksi dan bersama-sama membangun budaya saling menghormati,” ujar Idil dalam sambutannya.
Idil menambahkan, harapan terbesar dari kegiatan ini adalah lahirnya agen perubahan dari kalangan siswa itu sendiri. Mereka diharapkan tidak hanya paham akan bahayanya, tetapi juga aktif menjadi garda terdepan dalam menciptakan lingkungan sekolah yang inklusif dan bebas dari kekerasan.
Respons positif datang dari pihak sekolah. Kepala SMP Negeri 1 Lasolo, La Burhan, S.Pd., M.Si., memberikan apresiasi tinggi atas inisiatif kolaboratif antara perguruan tinggi dan sekolah menengah tersebut. Menurutnya, tema yang diangkat sangat relevan dengan tantangan sosial saat ini.
“Ini adalah langkah konkret dalam memperkuat pendidikan karakter. Kesadaran siswa untuk menjaga diri sekaligus menghormati orang lain adalah fondasi utama dalam membentuk generasi yang berintegritas,” Ungkapnya.
Berbeda dengan metode ceramah satu arah, seminar ini dikemas dengan pendekatan interaktif. Sesi tanya jawab dan diskusi terbuka menjadi momen paling dinamis. Para siswa diberi ruang aman untuk berbagi pengalaman, curhat, serta menyampaikan pendapat mereka mengenai fenomena cyberbullying dan pelecehan yang marak terjadi, baik di lingkungan sekolah maupun di media sosial.
Melalui dialog dua arah ini, mahasiswa KKN berharap dapat memutus mata rantai kekerasan dengan pendekatan empati dan edukasi. Kegiatan ini sekaligus menjadi bukti nyata pengabdian mahasiswa IAIN Kendari kepada masyarakat, khususnya dalam melindungi generasi muda dari trauma kekerasan.
Dengan terselenggaranya acara ini, SMP Negeri 1 Lasolo diharapkan dapat terus mempertahankan komitmen sebagai zona aman untuk belajar, tempat di mana setiap siswa merasa dihargai, dilindungi, dan didorong untuk berkembang tanpa rasa takut.
Editor: Saldy







