ADIWARTA.COM: KONAWE – Program perbaikan infrastruktur jalan sepanjang kurang lebih 45 kilometer di Kecamatan Routa mulai menunjukkan dampak signifikan bagi masyarakat. Pembangunan tersebut merupakan hasil kolaborasi antara Pemerintah Desa Lalomerui dan delapan perusahaan yang beroperasi di wilayah tersebut, dengan target menghubungkan Desa Lalomerui hingga Kelurahan Routa.
Selain pembangunan jalan, masyarakat setempat juga merasakan berbagai manfaat dari kehadiran investasi di daerah itu. Di antaranya layanan kesehatan gratis, pemberdayaan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), penyerapan tenaga kerja lokal, pembangunan sarana pendidikan, hingga program beasiswa.
Kepala Desa Lalomerui, Taksir Unggahi, mengatakan bahwa pembangunan jalan tersebut melibatkan sejumlah perusahaan, seperti PT SCM, PT PJUM, PT ANN, PT Modern, dan PT Mulya Tani.
“Secara keseluruhan, sekitar delapan perusahaan berkolaborasi dalam pembangunan infrastruktur ini,” ujarnya saat diwawancarai awak media, Jumat (10/4/2026).
Ia menjelaskan, pekerjaan jalan dilakukan secara bertahap hingga mencapai panjang sekitar 45 kilometer, yang menghubungkan Desa Lalomerui dengan Kantor Kelurahan Routa. Hingga saat ini, progres pembangunan telah mencapai sekitar 40 persen.
Adapun tahapan pekerjaan meliputi perbaikan badan jalan, pemadatan, pembuatan drainase, serta pembangunan jembatan dan gorong-gorong. Proses pengerjaan juga didukung penggunaan alat berat seperti vibro, wales, ekskavator, dan dump truck.
Menurut Taksir, pembangunan jalan tersebut merupakan hasil kesepakatan bersama yang lahir dari rapat antara pemerintah desa dan pihak perusahaan. Kolaborasi ini bertujuan untuk menghadirkan infrastruktur yang dapat dimanfaatkan secara luas oleh masyarakat.
Terkait isu penolakan dari masyarakat desa lain, ia menegaskan bahwa hingga saat ini tidak ditemukan adanya penolakan.

“Justru masyarakat sangat mendukung, bahkan ada yang secara sukarela menghibahkan lahannya untuk pembangunan jalan,” katanya.
Ia menambahkan, perbaikan akses jalan memberikan dampak besar terhadap aktivitas ekonomi masyarakat. Transportasi menjadi lebih lancar, sehingga distribusi hasil pertanian dan mobilitas warga semakin mudah.
“Ini yang selama ini diharapkan masyarakat, akses jalan yang baik tentu sangat mendukung pertumbuhan ekonomi,” ujarnya.
Di sektor kesehatan, Taksir menyebut adanya program Puskesmas Keliling yang dijalankan oleh PT Sulawesi Cahaya Mineral (SCM). Program ini berlangsung dua kali dalam sebulan dan sementara dipusatkan di Kantor Desa Lalomerui.
“Layanan ini terbuka untuk umum, tanpa batasan domisili. Warga bisa mendapatkan pemeriksaan kesehatan gratis, mulai dari pemeriksaan umum, cek gula darah, kolesterol, hingga pemberian obat,” jelasnya.
Ia juga menegaskan komitmen perusahaan untuk terus menjalankan program tersebut selama beroperasi di wilayah lingkar tambang.
Lebih lanjut, Taksir menyampaikan bahwa wilayah konsesi PT SCM sebagian berada di Desa Lalomerui, sehingga masyarakat menjadi pihak yang terdampak langsung dari aktivitas pertambangan.
“Karena berada di wilayah kami, masyarakat tentu mendukung keberadaan perusahaan, apalagi manfaatnya sudah dirasakan secara langsung,” ungkapnya.

Di sektor pendidikan, lanjutnya, telah dibangun fasilitas sekolah dasar lengkap dengan perumahan guru, laboratorium, dan kantin. Selain itu, program beasiswa juga telah berjalan dalam beberapa tahun terakhir.
Sementara di bidang keagamaan, perusahaan turut membantu pembangunan sarana ibadah, termasuk masjid permanen. Untuk pemberdayaan ekonomi, BUMDes diberdayakan sebagai penyalur hasil pertanian warga ke area perusahaan.
“Termasuk juga dukungan di sektor transportasi, seperti angkutan travel, serta bantuan sarana dan prasarana untuk operasional kantor desa,” tambahnya.
Ia juga mengungkapkan bahwa pengaspalan jalan desa sepanjang sekitar 750 meter telah dilakukan dengan melibatkan tenaga kerja lokal melalui skema Harian Orang Kerja (HOK).
Terkait isu pembangunan smelter, Taksir menegaskan bahwa masyarakat tidak menuntut hal tersebut. Menurutnya, masyarakat memilih mengikuti kebijakan pemerintah serta mempertimbangkan aspek teknis dan dokumen AMDAL yang ada.
Sementara itu, salah satu tokoh masyarakat Kecamatan Routa, Darmon, dalam aksi di Gedung DPRD pada Selasa (7/4/2026), menyampaikan bahwa kehadiran investasi telah membawa perubahan besar, khususnya di bidang pendidikan.
Ia mengaku, pada masa lalu akses pendidikan sangat terbatas, namun kini anak-anak di wilayah tersebut memiliki kesempatan melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.
“Kami hadir bukan untuk membela perusahaan, tetapi mendukung investasi karena manfaatnya sudah kami rasakan,” tegasnya.
Darmon juga berharap DPRD dapat mencermati aspirasi masyarakat secara objektif, serta menengahi berbagai persoalan yang muncul dengan mempertimbangkan kondisi riil di lapangan.

“Kami meminta DPRD memperhatikan masyarakat yang benar-benar merasakan dampak positif dari investasi ini,” pungkasnya.*
Editor: Saldy








