close
Daerah  

APBD Konawe 2027 Diproyeksi Menyusut, Banggar DPRD Minta SKPD Lebih Selektif Belanja

IMG 20260731 WA0038
BAGIKAN BERITA:

ADIWARTA.COM: KONAWE – Proses pembahasan Kebijakan Umum Anggaran dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) Kabupaten Konawe Tahun Anggaran 2027 berlangsung alot.

Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) bersama Badan Anggaran (Banggar) DPRD Konawe menggelar rapat konsultasi dengan sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD), termasuk Dinas Pendidikan, pada Jumat (31/7/2026).

Rapat dipimpin langsung Ketua DPRD Konawe, I Made Asmaya, S.Pd., M.M. Dari unsur TAPD hadir Sekretaris TAPD yang juga Kepala Bappeda Konawe, Sryani, S.E., M.Si., didampingi Pelaksana Tugas (Plt) Kepala BPKAD La Ode Muh. Adnan, S.E., serta Plt Kepala Dinas Pendidikan Ahmad Djauhari, S.Pd., M.Pd.

Berdasarkan hasil pembahasan, terungkap bahwa proyeksi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Konawe Tahun 2027 diperkirakan mengalami penurunan signifikan dibandingkan tahun sebelumnya.

Jika pada APBD Tahun 2026 anggaran daerah mencapai sekitar Rp1,8 triliun, maka pada Tahun 2027 nilainya diproyeksikan turun menjadi sekitar Rp1,4 triliun atau berkurang sekitar Rp400 miliar.

Menyikapi kondisi fiskal tersebut, Banggar DPRD Konawe melakukan pembahasan secara mendalam terhadap rencana belanja setiap perangkat daerah.

Seluruh usulan anggaran dikaji secara rinci guna memastikan APBD 2027 benar-benar diarahkan pada program yang menjadi prioritas, penting dan mendesak serta memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat.

Salah satu yang menjadi sorotan adalah alokasi anggaran rehabilitasi sekolah pada Dinas Pendidikan yang mencapai sekitar Rp2,4 miliar. Banggar meminta Dinas Pendidikan lebih cermat dalam menyusun skala prioritas penggunaan anggaran tersebut.

DPRD juga meminta Dinas Pendidikan menyampaikan data lengkap sekolah yang diusulkan untuk direhabilitasi, sehingga dapat dinilai tingkat urgensi dan kelayakannya.

Menurut Banggar, langkah tersebut penting agar anggaran dapat dialihkan ke sektor yang lebih mendesak apabila terdapat bangunan sekolah yang masih layak digunakan, termasuk untuk program peningkatan kualitas sumber daya manusia.

“Selain merasionalisasi belanja, Banggar DPRD Konawe juga meminta kepada pemerintah daerah melalui dinas terkait berinovasi untuk meningkatkan pendapatan asli daerah dan tidak bergantung terhadap dana transfer pusat serta pendapatan dari sektor Minerba,” jelas Made Asmaya saat ditemui awak media di sela – sela kegiatan.*

Editor: Saldy