close

Sumur Libo SE #86 PHR Produksi 1.274 Barel Per Hari

20260217 211452

ADIWARTA.COM: PEKANBARU – PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) mencatatkan capaian strategis pada awal 2026 ini. Melalui uji coba pertama, Sumur Libo SE #86 yang berlokasi di Kabupaten Siak, Provinsi Riau, Pada Senin (16/2/2026) berhasil mengalirkan minyak dengan debit mencengangkan sebesar 1.274 barel per hari (BOPD). Hasil ini menandai tonggak penting dalam upaya pengembangan lapangan minyak di Blok Rokan.

Keberhasilan Sumur Libo SE #86 bukan sekadar keberuntungan, melainkan bukti keberhasilan strategi eksplorasi yang presisi. Analisis terhadap uji coba pertama ini menunjukkan angka yang istimewa, water cut atau kandungan air sebesar 0%. Kondisi ini mengindikasikan bahwa hidrokarbon yang diproduksi murni minyak mentah, tanpa kontaminasi air formasi, sebuah skenario ideal yang sering kali sulit dicapai pada sumur lain.

Secara geologis, tim PHR berhasil memaksimalkan potensi lapisan Top Menggala. Sumur ini dibor hingga kedalaman 5.680 kaki dengan karakteristik reservoir yang memiliki permeabilitas maksimal 2,2 Darcy. Angka permeabilitas yang tinggi ini memungkinkan fluida mengalir dengan sangat mudah, namun membutuhkan pengendalian teknis yang ketat agar tidak terjadi kerusakan formasi.

Keberhasilan ini ditopang oleh tiga pilar teknis utama:

1. Selective Perforation:Metode pelubangan pipa sumur secara selektif memastikan hanya lapisan batuan paling potensial yang ditembus, meminimalisir risiko intrusi air.

2. Optimasi Pompa ESP: Penggunaan pompa listrik rendam (Electric Submersible Pump) dengan laju rendah disesuaikan secara cermat dengan karakteristik aliran reservoir, menjaga stabilitas tekanan.

3. Manajemen Gas (Gassy Condition): Instalasi Advanced Gas Handler (AGH) di bawah permukaan dan Gas Separator di fasilitas permukaan memastikan aliran minyak tetap stabil meskipun sumur memiliki kandungan gas yang cukup tinggi.

General Manager (GM) Zona Rokan, Andre Wijanarko, melihat capaian ini sebagai bukti nyata vitalitas Blok Rokan. Menurutnya, inovasi teknologi dan dedikasi tim menjadi kunci untuk membuka potensi yang selama ini tersembunyi.

“Pencapaian ini menjadi bukti nyata bahwa dengan inovasi teknologi dan kerja keras PHR, Blok Rokan masih memiliki potensi besar untuk mendukung ketahanan energi nasional Indonesia,” tegas Andre Wijanarko.

Momentum keberhasilan ini langsung ditindaklanjuti dengan ekspansi operasional. Saat ini, tim PHR tengah bergerak cepat melakukan pengeboran Sumur Libo SE #88 di lokasi wellpad yang sama. Rencana infill drilling (pengeboran sumur antara) akan dilanjutkan dengan mengebor empat sumur tambahan untuk memaksimalkan recovery factor di area Libo SE.

Andre menekankan bahwa kolaborasi lintas fungsi, mulai dari Tim SSDP, DWI, PTE, P&O, hingga Land-CorSec adalah fondasi utama kesuksesan ini. Ia pun berharap konsistensi ini dapat terus dijaga.

“Semoga ke depannya, PHR dapat terus membuktikan keandalan operasi dengan tetap menjaga aspek HSE untuk ketahanan energi,” pungkasnya.

PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) adalah anak perusahaan Pertamina di bawah Subholding Upstream, PT Pertamina Hulu Energi (PHE). Sejak 9 Agustus 2021, PHR dipercaya mengelola Wilayah Kerja (WK) Rokan seluas 6.200 km² di Provinsi Riau hingga 2041. Dengan mengelola 80 lapangan aktif dan 11.300 sumur, PHR berkontribusi menyumbang seperempat produksi minyak mentah nasional, sekaligus aktif menjalankan program tanggung jawab sosial di bidang pendidikan, kesehatan, ekonomi, dan lingkungan.

Editor: Saldy