Petani Cengkeh Kolut Bidik BIOS 44/DC Atasi Pohon yang Tak Kunjung Berbuah

  • Bagikan
Bios 44
Ilustrasi

ADIWARTA.COM: LASUSUA – Berbekal pengalaman atasi berbagai permasalahan lingkungan hidup, BIOS 44 saat ini dilirik dan diminati para petani cengkeh di wilayah Kolaka Utara (Kolut).

Memang tak diragukan lagi pengalaman BIOS 44 semenjak ditemukan pada tahun 2015 ini dan telah digandrungi saat BIOS 44 mengikuti konferensi perubahan iklim dunia yang diselenggarakan di Maroko tahun 2016.

Berbagai masalah lingkungan telah diselesaikannya. Pemulihan lahan bekas tambang emas di Padang telah disulap menjadi lahan perikanan dimana logam berat sudah tidak terkandung lagi dalam perairan perikanan.

Yang menggembirakan lagi seluruh masyarakat penambang emas liar sudah insyaf berubah menjadi petani ikan dan memiliki cafe cafe diatas keramba ikan miliknya.

Lahan tercemar abu batu bara di Ombilin dimana tanaman tidak mau tumbuh juga sudah dibuatnya menjadi lahan pertanian jagung yang sangat spektakuler.

Lahan bekas tambang timah di Bangka disulap juga menjadi lahan layak tanam. Termasuk masih banyak lagi lahan lahan kritis lainnya di Indonesia terutama lahan pertanian yang tidak produktif lagi akibat tercemar dari penggunaan bahan kimia saat kegiatan pertanian selama ini.

BIOS 44 merupakan agen hayati yang sangat dibutuhkan oleh tanah untuk mempertahankan ketersediaan unsur-unsur hara pada tanah.

Oleh karena itu penerapan BIOS 44 pada lahan akan menjaga tanah tetap dapat produktif sepanjang masa, karena mikro organisme yang terdapat pada BIOS 44 adalah merupakan sahabat tanah untuk mencegah tanah supaya tidak kritis dan kehilangan hara nya.

Rusda salah seorang tokoh petani cengkeh di Kolaka Utara sangat antusias sekali ingin mengaplikasikan BIOS 44 di kebun miliknya.

Rusda mengeluhkan selama ini cengkeh tumbuh akan tetapi enggan dan tidak mau keluar buah.

Berbekal dengan selalu mengikuti perkembangan teknologi terapan terutama BIOS 44 maka Rusda jatuh hati pada formula yang satu ini. Dengan semangat yang sangat optimis dia yakin permasalahan di kebun cengkeh miliknya akan segera berakhir.

“Saya sangat terima kasih sekali sama Divisi 3 Kostrad yang mana selain pasukannya jagoan dalam bertempur ternyata punya jurus untuk pemulihan lahan, ini memang terbukti,” kata Rusda.

“Teman teman saya yang sudah pakai di kebunnya dan juga di lahan lahan apa itu yang dibilang bekas tambang semua normal lagi, tanaman bisa tumbuh.” Imbuhnya. *

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *