Mengenal Sosok H. Tasman, Anak Desa yang Bercita-cita Membangun Kolaka

  • Bagikan
H. Tasman
H. Tasman

ADIWARTA.COM: H. Tasman, begitu orang mengenalnya. Di dunia pengusaha ia bukan sosok asing lagi. Sejumlah bisnis dan usaha kini sedang ia geluti mulai dari yang kecil hingga bisnis pertambangan.

Saat ini ia menjabat sebagai Ketua Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (APDESI) Provinsi Sulawesi Tenggara sejak tahun 2020. Cita-citanya saat ini adalah membangun Kabupaten Kolaka yang lebih baik.

Lalu siapa sosok H. Tasman ini? saat ini ia adalah kepala desa aktif Desa Babarina, Kecamatan Wolo, Kabupaten Kolaka. Ia bercita-bercita menjadi salah satu figur yang akan meramaikan bursa calon Bupati Kolaka di periode mendatang.

Di kalangan kolega dan orang yang mengenal H. Tasman, ia merupakan sosok yang sangat ramah dan baik hati. Sifat dermawan juga menjadi hal paling menonjol dalam pergaulannya sehari-hari.

Hal serupa dinilai di kalangan masyarakat Kolaka, ia dikenal murah hati dan sederhana. Ia bahkan tak pernah membedakan status seseorang saat membutukan bantuan, semua sama.

Di tengah kesulitan ekonomi akibat pandemi Covid-19, H. Tasman kerap menyalurkan bantuan untuk masyarakat kecil kurang mampu yang terdampak.

Ia juga merupakan sosok yang mudah bergaul dengan semua kalangan. Bisa menempatkan posisi saat dibutuhkan, dari jadi menjadi kawan, hingga sebagai orang tua.

H. Tasman aktif di hampir semua kegiatan sosial kemasyarakatan, baik di tingkat pemuda, hingga keagamaan. Sifatnya inilah yang menjadikan dia mudah dikenali semua kalangan, dari muda hingga tua.

Perjalanan H. Tasman Merintis Usaha

Apa yang dirasakan H. Tasman hari ini tidaklah muncul secara instan. Ada perjuangan berat dan melelahkan yang harus ini jalani hingga bisa sampai seperti sekarang.

Ia menceritakan, awalnya ia hanya anak desa yang dilahirkan dari keluarga yang kurang mampu. Pahitnya hidup juga ia rasakan semasa masih muda.

Dalam perjalanannya, sejumlah pekerjaan ia sudah pernah lakukan, termaksud menjadi penjual ikan keliling yang merupakan sejarah awal perjuangannya.

“Dulunya, saya ini hanya seorang pengusaha kecil-kecilan berdagang ikan keliling dan jadi pengusaha kayu, yang pastinya semua penjual ikan di Kolaka itu tidak ada yang tidak kenal saya,” cerita H. Tasman.

H. Tasman Anak Desa
H. Tasman Anak Desa

Dari awalnya merintis usaha berjualan ikan keliling, ia lalu merambah ke bisnis jual beli kayu dengan modal pinjaman. Setelah itu merambah ke bisnis pertanian dan perkebunan cengkeh.

Dengan tekad dan kegigihannya, usahanya membuahkan hasil hingga ia berhasil mengembangkan usahanya dan merambah ke dunia pertambangan. Bisnis inilah yang memantapkan dirinya sebagai salah satu pengusaha besar di wilayah Sultra.

“Dalam perjalanan hidup saya, ada satu waktu saya pernah rasakan makan nasi dan garam untuk menggajal perut karena saat itu memang hidup pas-pasan,” tutur H. Tasman.

“Dari situ saya berusaha bangkit untuk merubah diri, akhirnya saya nekat meminjam modal untuk memulai usaha kayu,” imbuhnya.

Salah satu prinsipnya adalah hidup itu perjuangan sehingga harus selalu kuat menghadapi berbagai tantangan hidup, sebab semua orang akan mengalami suka maupun duka.

Saat ini, H. Tasman berhasil mempekerjakan 800-an karyawan yang merupakan putra-putri daerah Kolaka pada bidang-bidang usaha yang sedang ia geluti.

Cita-cita Membangun Kabupaten Kolaka

Sukses sebagai pengusaha, kini H. Tasman bertekad menerapkan pengalamannya dalam berbisnis untuk membangun Kolaka.

Selama menjabat sebagai Ketua Apdesi Sultra dan Bendahara Umum Apdesi Pusat, H. Tasman banyak belajar dan menambah motivasinya untuk mengabdikan diri di tengah masyarakat.

Bagi dia, puncak tertinggi dari kesuksekan hidup adalah bermanfaat untuk banyak orang. Untuk itu, ia ingin mengabdikan diri sebagai pelayan masyarakat.

“Jika masyarakat menginginkan kita ke depan untuk maju sebagai bupati kenapa tidak, kita mengabdikan diri untuk membangun daerah kita sendiri yang kita cintai ini,” ujarnya.

Dia mengungkapkan harapan terbesar kedepan adalah, melihat Kolaka sebagai tanah kelahirannya lebih meningkat, lebih maju, dan bisa bersaing dengan daerah-daerah besar lainnya di Indonesia.

“Kalau daerah kita maju di berbagai aspek InsyaAllah pasti masyarakatnya akan damai aman dan sejahtera,” ujarnya. *

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *