close
Daerah  

Dinas Ketahanan Pangan Mengaku Harga Beras di Konawe Terendah untuk Wilayah Sultra

IMG 20240225 WA0016
Kadis Ketahanan Pangan Abd Hasim, SP, M.Si (kiri) bersama Kepala Perum Bulog Konawe Muh. Abdan Djarmin (kanan) sedang memperlihatkan Beras Konawe.

ADIWARTA.COM: KONAWE – Kepala Dinas Ketahanan Pangan (Ketapang) Kabupaten Konawe Abdul Hasim mengatakan kenaikan harga beras terjadi di seluruh Indonesia. Harga terendah saat ini di Aceh Rp14.680/kilogram sedangkan harga tertinggi di Wilayah Papua yang mencapai Rp24.000/kilogram. Sementara untuk Wilayah Sulawesi khususnya Sulawesi Tenggara Rp15.490/kilogram.

“Sedangkan untuk Kabupaten Konawe sendiri harga beras paling murah dibandingkan dengan kabupaten lainnya di Sultra. Harga beras di Konawe perhari ini Rp15.400/kilogram untuk beras premium dan Rp13.500/kilogram untuk beras medium,” ungkap Abdul Hasim, Minggu 25 Februari 2024.

Menurut Hasim sapaan akrab Kadis Ketapang Konawe, kenaikan harga beras ini diakibatkan stok beras di gudang Bulog terbatas akibat distribusi secara nasional belum masuk ke wilayah Sultra.

“Diperkirakan beras akan kembali stabil minggu depan karena pasokan beras sudah akan masuk,” katanya.

Sebagai langkah antisipasi kenaikan harga beras terus melonjak di pasaran, Pemerintah Daerah Kabupaten Konawe melalui Dinas Ketapang dan Bulog Konawe sampai saat ini masih terus melakukan penyaluran bantuan beras CPP (Cadangan Pangan Pemerintah) sebanyak 10 kilogram untuk setiap Keluarga Penerima Manfaat (KPM) untuk stok bantuan di bulan Februari ini.

“Kegiatan distribusi dilakukan ke seluruh wilayah kecamatan se-Kabupaten Konawe. Bahkan untuk Wilayah Kecamatan Latoma dan Routa kami distribusi tiga bulan sekaligus (Januari–Maret) mengingat dua wilayah ini termasuk kategori ekstrem,” jelasnya.

“Jadi kami pastikan bahwa untuk ketersediaan beras di tingkat bawah dalam hal ini bagi Keluarga Penerima Manfaat (KPM) aman terkendali,” sambungnya.

Hasim menerangkan bahwa untuk stok pangan Kabupaten Konawe itu masih aman hingga bulan Juni 2024 mendatang.

“Bulan April kita memasuki masa Panen Raya. Jadi untuk ketersediaan stok pangan khusunya beras itu bisa sampai akhir tahun 2024,” bebernya.

Dengan kondisi tersebut, Hasim menilai tudingan yang dilontarkan bahwa Penjabat Bupati Konawe gagal menekan laju inflasi daerah itu berlebihan. Karena kata dia, Pemda Konawe di bawah komando Penjabat Bupati Harmin Ramba telah berbuat yang terbaik untuk kesejahteraan masyarakat.

“Berbicara inflasi, secara nasional itu berada di angka y-on y 2,57 persen. Sementara Konawe inflasi berada di angka y-on-y 2,29 persen dan kita berada di peringkat kedua inflasi terendah di Sultra setelah Kota Kendari dengan angka inflasi y-on-y 1,92 persen,” pungkas Hasim.

Laporan: Saldy

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *