close
Utama  

174 Narapidana Rutan Unaaha Dapat Remisi Khusus Idul Fitri

Suasana Salat Id Hari Raya Idul Fitri di Rutan Unaaha. (Ist)
Suasana Salat Id Hari Raya Idul Fitri di Rutan Unaaha. (Ist)

ADIWARTA.COM: KONAWE – Sebanyak 174 narapidana (napi) atau warga binaan pemasyarakatan (WBP) beragama muslim di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Unaaha mendapatkan remisi khusus (RK) Lebaran atau hari raya Idul Fitri 1443 H.

Pembacaan remisi dilaksanakan usia sholat id fitri di Masjid Al-Muhajirin Rutan Unaaha yang yang dibacakan langsung oleh Kepala  Rutan Unaaha, Herianto. Pembacaan remisi tersebut disambut tepuk tangan meriah oleh para WBP.

174 WBP tersebut mendapatkan premisi atau pengurangan masa tahanan sebanyak 15 hari hingga 2 bulan.

Kepala Rutan Unaaha Herianto, mengatakan remisi adalah pengurangan masa tahanan yang diberikan kepada narapidana dan anak pidana yang telah berkelakuan baik selama menjadi WBP.

“Jadi ini semacam reward bagi merka karna selama ini telah berkelakuan baik dan telah mengikuti semua program pembinaan dengan baik” kata Herianto.

Para napi yang diusulkan mendapat remisi itu merupakan narapidana yang telah menjalani masa tahanan minimal 6 bulan sejak ditetapkan bersalah.

Kepala  Rutan Unaaha, Herianto
Kepala  Rutan Unaaha, Herianto

Pengusulan remisi di lakukan melalui Sistem Database Pemasyarakatan (SDP) oleh Subseksi Pelayanan Tahanan yang terintegrasi langsung dengan sistem Direktorat Jenderal Pemasyarakatan.

Selain itu, proses pengusulan remisi ini tidak dipungut biaya sepeserpun dan ketetapan jumlah remisi yang diberikan sesuai dengan lama pidana yang sudah dijalani sehingga tidak bisa dimanipulasi.

“Pemberian layanan Hak remisi bagi Warga Binaan yang telah memenuhi persyaratan ini sesuai dengan prosedur  dan tidak di pungut biaya sepeserpun,“ tutur Herianto.

Pemberian remisi khusus lebaran Idul Fitri diharapkan dapat memotivasi para narapidana untuk mencapai penyadaran diri yang tercermin dari sikap dan perilaku sehari-hari serta selalu meningkatkan optimisme dalam menjalani pidana hilang kemerdekaan yang sedang dijalan.*

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *